Liputan6.com, Jakarta - Kehilangan aset kripto akibat peretasan atau penipuan bisa sangat merugikan, bahkan mencapai miliaran rupiah. Oleh karena itu, memilih metode penyimpanan kripto yang tepat sangat penting.
Beberapa bulan terakhir menjadi periode kelam bagi pasar mata uang kripto (kripto) menyusul serangkaian aksi pencurian berskala besar.
Salah satu yang terbesar adalah dugaan peretasan terhadap bursa kripto Bybit, yang mengakibatkan hilangnya aset senilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 24,7 triliun. Para ahli menyebut insiden ini sebagai salah satu pencurian terbesar dalam sejarah.
Badan Investigasi Federal AS (FBI) mengidentifikasi kelompok peretas asal Korea Utara, TraderTraitor, sebagai dalang di balik serangan tersebut.
Kelompok yang juga dikenal dengan nama Lazarus, APT38, atau BlueNoroff ini mem...